Bismillah...
Si mood ini memang datangnya tidak tau kapan.. Hhe.. Sore tadi pengen ngejahit, jadilah ngejahit. Mumpung Zahra lagi sama abinya..
Di tengah jahit, dateng Zahra, minta naik meja.. Untungnya yg dijahit baru lengan aja yang bahannya sedikit.. Semeja itu penuh deh..
Maka nikmat yg mana kah lagi yg harus didustakan ... Hihii
Meja jahit yg barengan ma dispenser dan magicom ini harus berbagi juga dengan zahra.
#menjahit #sewing #zafirazahra #2yo4mo
Penampakan meja jahit kalau ga ada Zahra...
Tidak ada orangtua yang sempurna sehingga jadilah salah satu orangtua yang punya kekurangan dan juga kelebihan. – Sue Atkins
Anak Anda akan menjadi seperti Anda; jadi bersikaplah sebagaimana Anda ingin mereka bersikap. – David Bly
Berhentilah untuk berusaha membuat anak Anda sempurna, tapi teruslah mencoba untuk menyempurnakan hubungan Anda dengannya. –
Dr. Henker
Orangtua perlu mengisi ember harga diri anak mereka dengan sangat tinggi sehingga seluruh dunia tidak mampu mengurasnya sampai kering. – Alvin Price
Saat anak Anda bertumbuh mereka mungkin lupa dengan apa yang Anda katakan, namun mereka tidak akan melupakan bagaimana Anda membuat mereka merasa dikasihi. – Kevin Heath
Berikan dorongan dan dukungan kepada anak-anak Anda karena anak-anak cenderung hidup dengan apa yang Anda percayai atas hidup mereka. – Lady Bird Johnson
Jika anak Anda memiliki kelemahan, ajar mereka untuk mengubahnya menjadi sebuah kekuatan! Satu-satunya kegagalan adalah tidak mencoba. –
Kevin Heath
Anak-anak belajar integritas dari kita: “Integritas adalah apa yang kita katakan, apa yang kita lakukan, dan apa yang kita katakan kita lakukan.” – Don Galer
Jika Anda ingin anak-anak Anda berkembang, biarkan mereka mendengar hal-hal baik yang Anda katakan mengenai mereka kepada orang lain. – Haim Ginott
Anak-anak sangat perlu tahu – dan mendengar dengan cara yang dapat mereka pahami dan ingat – bahwa mereka dicintai dan dihargai oleh ayah dan ibunya. – Paul Smally
Seni pengasuhan ibu adalah mengajarkan seni untuk hidup kepada anak-anak. – Elaine Heffner
Biarkan anak-anak Anda mengamati tindakan kebaikan Anda yang tidak mengenal tempat dan waktu, karena hal itu dapat menular. – Kevin Heath
Semua orangtua harus tahu bahwa: “Mereka yang mengenal kesabaran mengenal kedamaian.” –
pepatah Cina
Berkomunikasi dengan anak-anak adalah jalan 2 arah, terkadang mereka hanya memerlukan kita hadir untuk mereka dan mendengarkan. – Kevin Heath
Ikatan yang menghubungkan keluarga Anda yang sejati bukanlah satu darah melainkan rasa hormat dan sukacita dalam kehidupan masing-masing. –
Richard David Bach
Ketika Anda memberikan sedikit dari diri Anda untuk seorang anak, Anda memberikan sedikit dari diri Anda untuk masa depan mereka! – Kevin Heath
Anda memiliki banyak pilihan. Anda dapat memilih mengampuni ganti balas dendam, sukacita ganti putus asa. Anda dapat memilih bertindak dan bukannya bersikap apatis. –
Stephanie Marston
Biarkan anak-anak Anda melihat Anda menolong orang lain dan tidak mengharapkan imbalan apapun. Hal itu bisa menular. – Kevin Heath
Sebarkan cinta kemanapun Anda pergi: pertama-tama di rumah Anda. Berikan cinta kepada anak-anak Anda, kepada suami atau istri, kepada tetangga di samping Anda. – Mother Teresa
Kebaikan kecil dan acak dapat membuat perbedaan di dunia dan di dalam kehidupan seseorang. – Kevin Heath
Cinta dan rasa hormat merupakan aspek yang paling penting dari pengasuhan, dan untuk semua jenis hubungan. – Jodie Foster
Berbagi adalah peduli – mengajar anak-anak kita untuk berbagi adalah mengajar mereka untuk berbelas kasihan dan mengasihi. – Kevin Heath
Jika Anda memiliki banyak, berikan kekayaan Anda. Jika Anda memiliki sedikit, berikan hati Anda. – pepatah Arab
Saat berbicara dengan anak, bukan tentang apa yang kita katakan tapi bagaimana kita mengatakannya! Perhatikan nada suara dan komunikasi non verbal Anda.
Saat berbicara dengan anak-anak saya, saya dapat membuat mereka mendengar lebih baik dengan tidak berbicara sambil memandang mereka di bawah, namun berbicara dengan mereka sejajar sambil menatap mata mereka. –
Kevin Heath
Ujian karakter yang sebenarnya dari seseorang adalah bagaimana mereka memperlakukan orang lain yang tidak mereka butuhkan dalam kehidupan. – Lee Corso
Hadiah terbaik adalah memberikan dari hati Anda. – Kevin Heath
Sebagai seorang tentara saya bangga dengan hal itu, namun saya lebih bangga menjadi seorang ayah. – Jenderal Douglas MacArthur
Hadiah dan investasi terbaik yang dapat Anda berikan kepada anak Anda adalah waktu Anda. –
Kevin Heath
Sangat penting untuk mengakui kesalahan Anda dan meminta maaf kepada anak Anda. Hanya dengan cara itu Anda akan membangun kepercayaan. – Kevin Heath
Pria, wanita maupun anak-anak, kita semua dapat memiliki dampak besar bagi orang-orang di sekitar kita. Kita dapat mengubah dunia, satu orang pada satu waktu! – Kevin Heath
Dorong anak-anak kita untuk bermimpi: “Imajinasi akan membawa kita ke dunia yang tidak pernah ada. Namun tanpa imajinasi kita tidak akan pergi kemana-mana.” – Carl Sagan
Jangan takut untuk memberikan tanggung jawab kepada anak-anak, hadirlah di sana untuk membimbing dan mendukung mereka, tidak hanya melakuan hal-hal bagi mereka. – Kevin Heath
Kehadiran lebih dari sekedar ada di sana. –
Malcolm Forbes
Biologis menjadikan kita ayah dan ibu, apa yang ada di dalam hati menjadikan kita mama dan papa. – Kevin Heath
Sudah saatnya bagi orangtua untuk mengajar anak muda dalam keragaman dimana ada keindahan dan ada kekuatan. – Maya Angelou
Cinta adalah memberikan waktu dan perhatian yang tak terbagi kepada anak-anak Anda. – Kevin Heath
Cara paling pasti untuk memenangkan hati seorang anak adalah dengan menghabiskan waktu bersama dengan mereka. – Kevin Heath
Anda tidak memilih keluarga Anda. Mereka adalah karunia Tuhan bagi Anda. – Desmond Tutu
Pada akhirnya anak-anak tidak akan mengingat mainan mahal yang Anda belikan untuk mereka, namun mereka akan mengingat waktu yang Anda habiskan bersama dengan mereka. – Kevin Heath
Jika anak hidup dalam penerimaan dan persahabatan, ia belajar untuk menemukan cinta di dunia. – Dorothy Law Neite
Orangtua perlu mendengar sebanyak yang mereka harapkan dari anak-anak mereka: “Tugas pertama dari cinta adalah mendengarkan”. – Paul Tillich
Anak-anak belajar apa yang mereka hidupi. –
Dorothy Law Neite
Pujilah anak-anak Anda secara terbuka, tegur mereka secara diam-diam. – W. Cecil
Lakukan ini setiap malam: “Selalu cium anak Anda di malam hari – bahkan jika mereka sudah tertidur.” – H. Brown, Jr
Orangtua juga membuat kesalahan, jangan coba sembunyikan atau menutupi hal itu dari mereka. Akui kesalahan itu dan ajar anak Anda dari kesalahan yang Anda buat. – Kevin Heath
Bagi saya, pengasuhan bicara tentang kepercayaan. Jika Anda tidak hidup dari apa yang Anda katakan atau lakukan, bagaimana Anda berharap anak-anak Anda akan mendengarkan Anda? – Kevin Heath
Apa yang saya sukai dari anak-anak adalah kemampuan bawaan mereka untuk mencintai tanpa syarat – kita semua dapat belajar dari hal ini. – Kevin Heath
Tips parenting: pujilah anak Anda akan suatu hal baik yang mereka lakukan saat mereka berpikir Anda sedang tidak memperhatikannya! – Kevin Heath
Jika anak-anak Anda mengagumi Anda, Anda telah sukses melakukan pekerjaan terbesar dalam hidup ini. – Unknown
Kata bijak terfavorit yang memiliki dampak terdalam dalam hidup saya adalah ini: Hiduplah sedemikian rupa sehingga ketika anak-anak Anda berpikir tentang keadilan dan integritas, mereka memikirkan Anda – H. Jackson Brown Jr.
Hayoo, siapa yang sering galau dan mengeluh tentang BB anaknya yang tak kunjung naik? Atau anak batuk pilek yang tak kunjung sembuh, padahal sudah lebih 10 hari?? Acung tangan…hap…hap… Nah pasti ada tuh yang tunjuk tangan dipojokan dapur, hihihi. Setidaknya dibenak bunda pasti pernah terbersit… jangan2.. BB anakku nggak naik-naik atau batuk pilek nggak sembuh-sembuh karena flek paru… habis kemaren si ibu tetangga manas-manasin…”coba minta di rontgent aja mbak, mana tau kena flek paru, itu loh anak si ibu anu..… positif TBC, makanya anaknya kurus, batuk pilek nggak sembuh2….a..i..u..e..o”. Dan Siiiip, galaupun semakin melanda menambah gundah gulana (lebay dikit).
Penyebaran Tuberkulosis pada anak merata hampir di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Hasil Survey WHO tahun 2012 menyatakan bahwa lebih dari 75.000 anak meninggal karena TB Paru setiap tahunnya dan kasus anak menderita TB paru di seluruh dunia mencapai sekurang-kurang
nya 500.000 kasus setiap tahunnya. Artinya, TB paru pada anak bukan suatu penyakit yang ringan dan sepele. Tapi, penyakit ini bisa di sembuhkan dengan komitmen, pengobatan rutin dan perlu ketelatenan dan juga kesabaran.
Apa sih sebenarnya Tuberkulosis itu??
Tuberculosis atau TB Paru atau Koch Pulmonal (KP) adalah penyakit infeksi yang disebabkan kuman TB yaitu Mycobacterium Tuberculosis atau disingkat M. Tuberculosis. Kuman TB ini disebut juga Basil Tahan Asam (BTA), karena sifat kumannya yang tahan hidup pada suasana asam. Kuman ini bisa menyerang hampir semua organ tubuh, itulah kenapa kita tentu pernah mendengar ada TB tulang, TB kelenjar atau TB otak. Nah, TB anak adalah penyakit TB yang terjadi pada anak usia 0-14 tahun.
Bagaimana sih cara penularan TB paru pada anak?
Cara penularannya adalah masuknya si kuman Basil melalui saluran pernafasan lewat Droplet Nuclei atau PERCIKAN DAHAK, dan sumber penular UTAMAnya adalah Penderita TB Paru dengan BTA positif (positif terdapat partikel kuman M. tuberculosis pada dahaknya) baik orang dewasa maupun anak. Orang dewasa yang terdiagnosa TB Paru Aktif dengan BTA Positif lebih infeksius atau mudah & cepat menularkan ke orang lain dan ke anak-anak yang ada riwayat kontak langsung dengannya. Faktor Risiko penularan TB paru anak ini tergantung dari tingkat penularan, lama pajanan (terpapar oleh penderita TB aktif), dan daya tahan tubuh anak.
Bagaimana gejala umum/sistemis dari TB paru pada anak ?
1. Berat badan turun tanpa sebab yang jelas atau berat badan anak tidak naik dalam 3 bulan setelah diberikan upaya gizi yang baik.
2. Demam lama lebih dari 2 minggu dan atau berulang tanpa sebab yang jelas (bukan demam thypoid, infeksi saluran kemih, malaria, dan lain-lain, jadi perlu pemeriksaan yang teliti dan detail dalam menegakkan diagnosa TB anak ini). Demam TB Paru biasanya tidak terlalu tinggi atau hanya demam hangat. Keringat malam saja bukan gejala spesifik TB pada anak apabila tidak disertai dengan gejala-gejala penyerta lainnya.
3. Batuk lama lebih dari 3 minggu, batuk bersifat non-remitting (batuk tidak pernah reda, terus menerus atau semakin lama semakin parah), dan penyebab lain dari si batuk telah disingkirkan. Jadi kalau batuk hanya sesekali, sewaktu-waktu muncul kemudian reda dan tidak terus menerus, berarti bukan TB paru ya, hanya batuk pilek biasa.
4. Nafsu makan tidak ada (anoreksia) atau berkurang, disertai gagal tumbuh (failure to thrive).
5. Malaise, anak cenderung lesu, malas, anak kurang aktif bermain.
6. Diare persisten/menetap lebih dari 2 minggu yang tidak sembuh dengan pengobatan atau penanganan baku diare.
7. Pada TB paru anak tampak pucat karena anemia.
Jadi buat bunda yang masih galau dengan BB anak yang tak kunjung naik, maka bisa di coba dengan perbaikan menu makanan pendamping ASI menjadi lebih berisi dan bernutrisi, usahakan beri menu seimbang dimana karbohidrat, protein, lemak dan serat tercukupi, boleh coba menu double protein dan double karbohidrat, misalnya beras putih dan berah merah (di mix), atau beras putih dan kentang, beras merah dan jagung, dan lainnya. Double protein bisa dari telur dan tempe, temped an tahu, ikan dan telur, dan lainnya. Kemudian sisipkan sumber lemak tambahan (ini PENTING), sumber lemak tambahan bisa didapat dari minyak zaitun murni, unsalted butter, margarine, minyak kelapa murni,minyak jagung, minyak canola, dsb.
Mengapa saya bilang PENTING, karena selain sumber kalori pada makanan pendamping ASI juga perlu penambahan sumber lemak. Walau hanya 1 sendok teh atau kurang bisa membantu melancarkan pencernaan bayi bunda, jadi risiko sembelit pada bayipun berkurang. Serat pada bayi bisa dengan memberi 3 macam sayur (kalau saya jujur lebih suka memberi 3 macam sayur ke Asyam), contoh nih wortel, labu siam, dan brokoli. Besoknya buncis, wortel, sawi hijau, dsb. Komposisi ini mampu menjadi booster BB bagi yang bermasalah dengan BB bayinya. Coba Booster BB ini dengan rutin selama 1-3 bulan dan evaluasi akhir bulan atau bulan berikutnya dengan ke posyandu, atau puskesmas untuk sekedar timbang BB, syukur-syukur kalau punya timbangan sendiri di rumah. Jika tidak ada perbaikan dan BB masih tetap selama 1-3 bulan dengan perbaikan menu gizi seimbang ini, bunda harus curiga mengarah ke TB paru anak.
Untuk Bunda yang bayinya batuk pilek sudah seminggu, jangan langsung jadi paranoid ya. Batuk pilek adalah gejala penyakit yang sangat amat sering dialami oleh Bayi atau balita karena mereka memiliki daya tahan tubuh yang masih terus menerus berkembang, sementara virus penyebab batuk pilek (atau disebut common cold) ini ada ratusan juta jumlahnya. Jadi kemungkinan terkena common cold ini pasti akan dialami oleh setiap orang. Nama virusnya adalah Rhinovirus, hobinya menginfeksi area pernafasan terutama hidung dan saluran nafas. Nah cara badan kita mengeluarkan si virus ini dengan reflex BATUK dan PILEK. Jadi, jangan musuhan sama batuk dan pilek ya bun, ini adalah cara tubuh anak mempertahankan dirinya dari infeksi lebih lanjut oleh si bibit penyakit. Jika batuk pilek anak bertahan lebih dari 3 minggu tanpa ada perbaikan, dan telah menjalani pengobatan ke dokter juga pemberian antibiotik, kemudian disertai 1 atau lebih gejala umum TB lainnya. Maka bunda barulah waspada mengarah ke TB paru anak.
Bagaimana Perjalanan penyakit TB paru ?
Perjalanan dari TB paru anak sendiri panjang dan lama, biasanya masa inkubasi kuman M. Tuberculosis adalah 3-8 minggu dari terinfeksi sampai bergejala. Yang perlu menjadi catatan adalah, TB paru pada anak ini kadang TIDAK bergejala loh bun. Itu mengapa kita patut tau dan senantiasa waspada ya.
Penularan TB paru anak ini terjadi karena kuman dibatukkan atau dibersinkan keluar menjadi droplet nuclei (percikan ludah yang sudah positif terdapat si kuman M. tuberculosis) di udara sekitar kita. Partikel infeksi ini bisa menetap di udara selama 1-2 jam, tergantung ada tidaknya sinar ultraviolet, ventilasi udara yang buruk, dan kelembaban ruangan. Dalam suasana lembab dan gelap, maka kuman dapat bertahan hidup berhari-hari bahkan sampai berbulan-bulan. Jika partikel ini terhisap oleh orang sehat, ia akan menempel pada saluran nafas atau jaringan paru, ketika kuman ini berhasil masuk maka akan ditumpas oleh neutrofil sebagai tentara pertama tubuh. Kemudian akan dibantu oleh si makrofag sebagai bala tentara bantuan jika sudah kewalahan. Kebanyakan si partikel infeksi ini akan mati dan dibersihkan oleh si makrofag keluar dari percabangan trakeobronkial bersama dengan gerakan silia (bulu-bulu halus di pernafasan) dan sekretnya (lendir hasil produksi silia, yang berisi kuman mati).
Nah, tapi bagaimana jadinya jika daya tahun tubuh kita menurun sehingga si makrofag pun KO? Jika demikian, maka si partikel kuman tadi akan hidup di dalam sitoplasma magrofag yang berisi lemak. Kuman TB ini sangat suka dengan lemak ya bun, jadi itu mengapa BB anak bisa menetap atau bahkan turun, karena lemak ditubuh anak digerogoti oleh si kuman ini tadi. (Tega deh ya kumannya... # boxing ). Kemudian si kuman akan mudah sekali menginfeksi organ lain tubuh (mata,jantung, paru-paru, kelenjar getah bening, ginjal, tulang) . Dan paling sering adalah paru-paru.
Trus gimana cara mendiagnosa TB paru anak?
Pada anak akan dilakukan system scoring, dimana scoring ini sudah ada acuan bakunya yang diisi oleh petugas di fasilitas kesehatan, dan bila hasil scoring mengarah posiif ke TB paru anak, maka pada anak dilakukan TES TUBERKULIN atau tes MANTOUX, dengan menyuntikkan PPD (Purified Protein Derivativ) intrakutan (dibawah lapisan kulit). Tes tuberculin ini hanya menyatakan apakah anak sedang atau pernah mengalami infeksi M. Tuberculosis. Tes tuberculin ini menggunakan reaksi alergi fase lambat, dimana hasil reaksinya adalah indurasi kemerahan atau bentol besar kemerahan pada lokasi yang di suntikkan PPD tadi. Jika hasilnya adalah bentol besar diatas 15mm (atau 1,5cm), maka hasilnya adalah positif kuat. Selain tes Mantoux ini, juga bisa dibantu oleh pemeriksaan radiolois yaitu berupa foto thorak, dan didapat gambaran kearah TB paru anak (tentu yang bisa baca adalah dokter spesialis radiologi atau dokter anak dan dokter umum). Jika sudah tegak diagnose TB paru anak, maka barulah dimulai pengobatannya. Saat ini pengobatan TB paru gratis dari pemerintah dan ada di puskesmas terdekat kita.
Cara mencegah supaya tidak terkena TB paru gimana dong?
1. Vakninasi BCG pada bayi kurang dari 2 bulan. Bayi lebih dari 2 bulan maka di vaksin dengan dilakukan tes Tubeculin atau mantoux dulu. Pedoman pemberian vaksinasi BCG ini mengacu pada Pedoman Program Pemberian Imunisasi Kemenkes. Secara umum pemberian vaksinasi BCG ini efektif untuk mencegah terjadinya TB berat seperti TB milier, dan TB meningitis yang sering didapatkan pada usia muda. Saat ini vaksinasi BCG ulang tidak direkomendasikan karena tidak terbukti memberi perlindungan tambahan.
2. Di lingkungan tempat tinggal kita jika terdapat orang yang positif TB paru dan aktif maka yang perlu dilakukan adalah minimalkan kontak secara langsung dengan orang tersebut. Beri edukasi pada sanak keluarga yang positif TB paru, dengan menggalakkan etika batuk dan hygiene batuk yaitu, setiap kali batuk atau bersin, menutup mulut dan berada di tempat yang terbuka.
3. Jagalah kebersihan rumah dan tempat tinggal kita selalu, terapkan PHBS keluarga. Hindarkan lingkungan yang lembab dan gelap karena kuman M. Tuberculosis senang tinggal di tempat yang lembab (tidak berventilasi udara) dan gelap (tidak ada jendela dimana sinar matahari langsung dapat masuk). Buat ventilasi udara sebaik mungkin di rumah kita, agar pertukaran udara lancar dan baik. Usahakan sinar matahari dapat masuk ke dalam rumah kita di pagi dan siang hari, agar sinar ultraviolet yang ampuh membunuh virus dan bakteri dapat menerobos masuk.
4. Bisa juga dengan memakai pelindung masker sebagai alat perlindungan diri paling minimal.
5. Jika kita serumah dengan orang yang terdeteksi TB paru, bisa juga dilakukan terapi pencegahan dengan pengobatan selama 3 bulan, tetapi ini adalah dengan pertimbangan dari medis dan atas anjuran Dokter spesialis anak atau Dokter spesialis paru dengan mempertimbangkan jika si bayi atau anak berisiko tinggi dilingkungan tempat tinggal tertular.
Regimen Pengobatan TB paru sudah di canangkan oleh WHO dan sama di belahan dunia manapun, jadi berobat TB paru di Indonesia ya sama dengan berobat TB paru di Belanda atau Korea,hehehe… Hanya, dosis pengobatan pada anak akan menyesuaikan kilogram Berat badan (KgBB) anak kita. Jadi tidak perlu khawatir overdosis ya bun. Regimennya adalah meliputi obat-obatan, Rifampisin, Isoniazid dan Pirazinamid pada 2 bulan pertama, dilanjutkan 4 bulan berikutnya dengan terapi lanjutan regimen Rifampisin dan Isoniaid. Sekarang dengan program menuntaskan TB di masyarakat, obat untuk anakpun dibuat dalam bentuk yang disukai anak kita, sudah ada loh yang berupa sirup, jadi manis dan mudah dikonsumsi. Tentu obat TB ini harus diresepkan dokter ahli ya bun, karena dokter akan menghitung dosis obat sesuai BB anak.
Nah, semoga informasi ini menambah ilmu para bunda yhaaa… untuk yang kemarin posting dan sudah inbox (ada lebih 5 orang yang bertanya) seputar TB paru anak semoga sudah terjawab pertanyaannya. Merdeka!!! (EAPL) Dedicated to papa.
Sunber grup fb Sharing Asi-Mpasi
Bunda si kecil sudah 2 tahun ya, aduh sudah saatnya disapih nih, bisa gak ya??
Menyusui merupakan kedekatan yang sangat intens antara ibu dan bayinya. Sehingga saat harus melalui proses menyapih, seringkali ibu merasa tak tega untuk melakukannya. Demikian pula bagi si bayi, yang juga tak rela berpisah dari ibunya. Akibatnya, proses yang sebenarnya alamiah ini, maju mundur bahkan menimbulkan masalah yang bisa menjadi momok bagi ibu dan anak.
Kapan waktu yang tepat untuk menyapih?
Menentukan kapan anak perlu disapih, terkadang bukan keputusan mudah. Walau memang sudah masanya, terkadang justru bunda belum siap untuk menyapih.
Berikut yang perlu kita perhatikan:
1. Ibu ingin menyapih, anak belum siap. Alasan ibu ingin menyapih, karena tidak menikmati kegiatan menyusui, kelelahan atau sibuk bekerja.
Saran ahli:
Jika anak masih di rentang usia menyusui, pikirkan kembali apakah ia perlu disapih? Bila alasannya tidak mendesak, tunda dulu niat menyapih.
Bila kurang menikmati kegiatan menyusui, atasi pencetus masalahnya. Semisal, bila puting ibu sakit, atasi dengan cara menyusui yang benar.
Bila menyusui terasa membosankan, ubah jadi menyenangkan sambil mendengarkan musik
2. Anak ingin disapih, ibu belum siap. Anak tidak tertarik lagi minum ASI dari payudara dan ingin minum dari cangkir. Padahal ibu masih ingin menyusui dan ASI banyak.
Saran ahli:
Tunda penyapihan dengan menciptakan suasana menyusui yang tenang, jauh dari rangsangan yang bisa membuyarkan konsentrasi anak
Jika anak sudah bisa diajak komunikasi, beri pengertian manfaat ASI dengan bahasa yang sederhana
Bila anak ingin tetap disapih, berpikir positif dan jangan sedih atau kecewa karena bisa mengganggu kerja hormon prolaktin dan oksitosin sehingga bisa menghambat produksi ASI.
Karena inisiatif datang dari anak, biasanya proses menyapih menjadi lebih mudah. Tetap berikan ASI, namun melalui cangkir
3. Ibu dan anak sama-sama tidak siap. Anjuran menyapih dari pihak luar, bukan kehendak ibu ataupun anak. Misalnya, lingkungan menganggap anak sudah besar sehingga perlu disapih.
Saran ahli:
Pemberian ASI dianjurkan hingga anak usia 2 tahun. Tapi jika ibu dan anak masih nyaman, boleh terus dilanjutkan. Kekurangannya, anak bisa menjadi manja, kurang mandiri, tergantung pada ibu dan jadi bahan ejekan.
Pada kasus ibuhamil lagi, keputusan menyapih atau tidak tergantung pada kesehatan kandungan
4. Penyapihan sementara. Bisa dialami bunda yang mendapat tugas sehingga harus meninggalkan anak. Atau bunda harus minum obat sehingga ASI "tercemar" dan tidak boleh diminumkan bayi
Saran ahli:
Bila bepergian lama, lakukan penyapihan sementara, setelah itu relaktasi. Selama bunda pergi anak minum ASI dari cangkir. Begitu bunda kembali, anak menyusu lagi dari payudara.
Jika menjalani pengobatan, ASI tetap diperah namun dibuang hanya untuk menjaga produksinya. Setelah pengobatan selesai, lakukan relaktasi.
Bagaimana tips menyapih dengan cinta?
Mestinya selama proses penyapihan itu tidak perlu terjadi saling menekan antara ibu dan anak karena proses tersebut alami. Menyapih bukan proses pemisahan hubungan antara ibu dan anak, baik secara fisik maupun emosi. Menyapih adalah bagian dari fase perkembangan yang harus dijalani oleh anak. Justru karena cinta Anda, anak harus melewati fase perkembangan ini untuk menghadapi fase perkembangan selanjutnya.
Tapi perlu diingat sebisa mungkin hindari menyapih anak dengan membohonginya. Kalau ada anjuran, olesi saja daerah areola Anda dengan buah mengkudu atau obat merah agar bayi tak ingin menyusu, abaikan saran ini. Menyapih anak dengan cara ini sama dengan melakukan kekerasan padanya. Anda mengambil paksa 'kepemilikannya', yang dapat menimbulkan luka batin.
Kerelaan Anda dan si bayi untuk mengakhiri kegiatan menyusu adalah kunci utama dari menyapih dengan cinta atau weaning with love. Lakukan sepenuh cinta dengan langkah-langkah ini:
Kurangi frekuensi menyusui secara bertahap dimulai pada siang hari. Sebab pada saat inilah waktu yang tepat untuk mengenalkan dia pada sesuatu yang baru, seperti rasa, bentuk dan tekstur pada makanan pendamping ASI (MP-ASI).
Tidur terpisah. Balita mau tak mau belajar menahan diri untuk tidak menyusu di malan hari. Dalam hal ini perlu kerja sama ayah seperti menemani tidur, agar balita tidak rewel ketika pisah dengan ibunya.
Tambah pemberian MP-ASI sebanyak 3-4 kali sehari untuk mengurangi pemberian ASI pada siang hari.
Tetapkan tempat menyusui hanya pada satu tempat, misalnya di kamar. Gunanya agar si kecil tidak meminta susu di sembarang tempat sekaligus mengajaknya untuk belajar mengenal aturan.
Tunjukkan perhatian dan kasih sayang selama proses menyapih, misalnya mendekap, mengusap atau mencium agar anak tahu bahwa Anda tetap menyayangi dia meski Anda sudah tidak menyusuinya lagi.
Ajak bicara. Sekalipun masih kecil, sedikit-sedikit balita bisa mengerti maksud kita, asalkan dijelaskan dengan bahasa sederhana dan lemah lembut
Bulatkan tekad. Artinya Anda benar-benar siap untuk melepaskan aktivitas ini. Bila Anda ragu-ragu, Anda akan kesulitan sendiri. Keraguan Anda terbaca oleh anak. Alhasil, anak pun tidak rela disapih.
Sapih anak saat ia dalam keadaan sehat, karena dalam keadaan sakit ia akan semakin butuh kelekatan dengan Anda.
Libatkan suami sebagai orang yang mampu menghibur dan mengalihkan perhatian anak ketika rewel minta ASI.
Berikan penjelasan pada anak mengapa ia harus disapih. Misalnya, “Ayo, kamu sudah besar, sudah tidak perlu lagi menyusu bunda. Makan kue saja yuk. Atau minum susu di cangkir?” Lakukan dengan sabar, lembut dan cinta Anda.
Jangan pernah bosan untuk memberikan alasan padanya.
Ganti aktivitas menyusu dengan membaca buku atau mendongeng sebelum tidur. Aktivitas ini tidak jauh berbeda saat Anda menyusuinya bukan?
Ada aturannya? Pernyataan WHO dan UNICEF di Geneva pada tahun 2001, “Tidak ada keharusan anak disapih pada usia 2 tahun. Benar bila ibu menyusui bayi secara eksklusif di enam bulan pertama kehidupannya. Kemudian ASI dapat dilanjutkan secara bersamaan dengan MP-ASI hingga anak berusia 2 tahun. Tapi tidak ada keharusan kapan harus menyapih.” Penelitian Dewey KG, Pediatric Clinics of North American, tahun 2001, ASI masih boleh diberikan pada anak usia 2 tahun karena masih mengandung: 43% protein, 36% kalsium, 75% vitamin A, dan 60% vitamin C.
Saat proses penyapihan terjadi, sebenarnya anak sedang berada pada fase alami untuk:
Belajar mengenal aneka ragam rasa dan tekstur makanan.
Latihan mengunyah makanan padat karena gigi dan rahangnya 'diuji' agar dapat berkembang secara optimal.
Latihan kemandirian, sebab anak tidak harus bergantung lagi pada ASI setiap ia merasa lapar atau haus. Dia sudah bisa menikmati makanan padatnya.
Latihan percaya pada orang lain dalam pemenuhan kebutuhannya. Saat ini Anda bukanlah satu-satunya orang yang bisa memenuhi kebutuhannya. Selain itu anak juga sedang berlatih untuk beradaptasi dan berinteraksi dengan orang lain.
Bagaimana jika anak tidak mau disapih?
Bagi anak, menyusu bukan sekadar kegiatan yang mengenyangkan perut. Menyusu juga memenuhi kebutuhan emosi anak. Berhenti menyusu bisa jadi masalah jika anak tidak siap untuk disapih dengan alasan:
Tidak mau kehilangan kedekatan bersama ibu. Dia sudah mengerti kalau dia bisa memiliki perhatian dan waktu Anda seluruhnya hanya saat menyusu.
Menikmati kontak kulit. Lewat sentuhan dan pelukan, dia merasa dicintai.
Memberi ketenangan. Bagi balita Anda yang selalu aktif, saat menyusu adalah waktu dimana dia bisa tenang di tengah rasa ingin tahunya yang tinggi.
Memberi kenikmatan oral dan bonusnya dia bisa mendapat susu.
Apa yang sebaiknya Anda lakukan? Upayakanlah agar anak berhenti menyusu tanpa membahayakan perkembangan fisik dan emosinya. Kuncinya mudah saja, beri anak hubungan dekat dan rasa cinta yang sama seperti pertama kali Anda menyusui dirinya.
Ini kiatnya! Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua ketika anak menolak untuk disapih:
1. Jelaskan alasan Anda menyapihnya . Biasanya strategi yang Anda gunakan ketika ingin menyapih anak adalah dengan menjauhi anak. Namun pesan yang sampai pada anak berbeda, dia justru merasa Anda tidak ingin bersamanya lagi. Untuk menhindari hal ini, anak perlu penjelasan dan anak usia 2 tahun sudah bisa mendengarkan dan memahami penjelasan Anda.
2. Alihkan perhatiannya. Anak tidak bisa berhenti memikirkan tentang menyusu kecuali kesempatan tersebut muncul. Anda adalah orang yang bisa tahu kapan anak ingin menyusu pada Anda. Setiap kali dia mendekati Anda untuk meminta menyusu, segera ajak dia bermain atau melakukan kegiatan menyenangkan yang bisa membuat dia lupa tujuan awalnya mendekati Anda.
3. Tinggalkan kebiasaan saat menyusui. Bila Anda terbiasa menyusui dia sebelum tidur ganti ritual tersebut dengan membacakan dia dongeng. Jika Anda punya sudut favorit untuk menyusui anak, misalnya di sofa kamar, hindari duduk di sofa tersebut di jam-jam di mana Anda biasa menyusui anak.
4. Siap dengan camilan sehat pengganti ASI . Jika Anda ingin menyapih anak, pastikan Anda sudah menyediakan camilan lezat dan sehat yang bisa memuaskan rasa laparnya.
5. Beri waktu. Anda tidak bisa langsung berhenti menyusuinya seketika. Lakukan secara perlahan-lahan karena jika tidak Anda justru bisa membuat anak mengalami kecemasan saat berpisah. Biasanya anak lebih mudah untuk mengurangi menyusu pada Anda, bila dia masih bisa mendapat jaminan di waktu menyusu favoritnya, misalnya pagi hari atau malam hari sebelum tidur.
Yuk tunjukkan kasih sayang kita kepada anak, sapihlah dengan cinta dan antar anak ke gerbang masa depan gemilangnya dengan cinta.
Salam Sharing Penuh Cinta
SAM
Sumber: Ayahbunda.co.id
MENGATASI STEP / STUIP / KEJANG DEMAM PADA ANAK DAN BALITA
Kejang, baik yang disertai demam atau tidak, bisa berdampak fatal. Itulah sebabnya, setelah memberi pertolongan pertama, bawa segera si kecil ke rumah sakit.
Kejang sendiri terjadi akibat adanya kontraksi otot yang berlebihan dalam waktu tertentu tanpa bisa dikendalikan. Salah satu penyebab terjadinya kejang demam yaitu tingginya suhu badan anak. Timbulnya kejang yang disertai demam ini diistilahkan sebagai kejang demam (convalsio febrillis) atau stuip/step.
Masalahnya, toleransi masing-masing anak terhadap demam sangatlah bervariasi. Pada anak yang toleransinya rendah, maka demam pada suhu tubuh 38 C pun sudah bisa membuatnya kejang. Sementara pada anak-anak yang toleransinya normal, kejang baru dialami jika suhu badan sudah mencapai 39 C atau lebih.
SEGERA BAWA KE DOKTER
Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, disarankan agar orang tua sesegera mungkin memberi pertolongan pertama begitu tahu si kecil mengalami kejang demam.
Setelah itu,jangan tunggu waktu lagi bawa segera si kecil ke dokter atau klinik terdekat. Jangan terpaku hanya pada lamanya kejang, entah cuma beberapa detik atau sekian menit. Dengan begitu, si kecil akan mendapat penanganan lebih lanjut yang tepat dari para ahli. Biasanya dokter juga akan memberikan obat penurun panas, sekaligus membekali obat untuk mengatasi kejang dan antikejang. “Sebagai pertolongan pertama, tak usah membawanya langsung ke rumah sakit lengkap yang letaknya relatif lebih jauh karena bisa-bisa si kecil mendapat risiko yang lebih berbahaya akibat lambat mendapat pertolongan pertama.”
Selain itu, jika kejang demam tidak segera mendapat penanganan semestinya, si kecil pun terancam bakal terkena retardasi mental. Pasalnya, kejang demam bisa menyebabkan rusaknya sel-sel otak anak. Jadi, kalau kejang itu berlangsung dalam jangka waktu yang lama, maka kemungkinan sel-sel yang rusak pun akan semakin banyak. Bukan tidak mungkin tingkat kecerdasan anak akan menurun drastis dan tidak bisa lagi berkembang secara optimal.
Bahkan beberapa kasus kejang demam bisa menyebabkan epilepsi pada anak. Yang tak kalah penting, begitu anaknya terkena kejang demam, orang tua pun mesti ekstra hati-hati. Soalnya, dalam setahun pertama setelah kejadian, kejang serupa atau malah yang lebih hebat berpeluang terulang kembali.
Untuk mengantisipasinya, sediakanlah obat penurun panas dan obat antikejang yang telah diresep-kan dokter anak. Meski begitu, orang tua jangan kelewat khawatir. Karena dengan penanganan yang tepat dan segera, kejang demam yang berlangsung beberapa saat umumnya tak menimbulkan gangguan fungsi otak.
CIRI-CIRI KEJANG
Tentu saja dalam hal ini orang tua harus bisa membaca ciri-ciri seorang anak yang terkena kejang demam. Di antaranya:
kedua kaki dan tangan kaku disertai gerakan-gerakan kejut yang kuat dan kejang-kejang selama 5 menit . bola mata berbalik ke atas
gigi terkatup
muntah
tak jarang si anak berhenti napas sejenak.
pada beberapa kasus tidak bisa mengontrol pengeluaran buang air besar/kecil
pada kasus berat, si kecil kerap tak sadarkan diri. Adapun intensitas waktu kejang juga sangat bervariasi, dari beberapa detik sampai puluhan menit.
TIPS ATASI KEJANG DEMAM
Berikut beberapa penjelasan tentang kejang dan demam pada anak: . Suhu tubuh normal anak berkisar antara 36-37 C. Si kecil dinyatakan demam bila temperatur tubuhnya yang diukur melalui mulut/telinga menunjukkan angka 37,8 C; melalui rektum 38 C, dan 37,2 C melalui ketiak.Sebelum semakin tinggi, segera beri obat penurun panas. .
Orang tua jangan begitu gampang mengatakan seorang anak demam atau tidak hanya dengan menempelkan punggung tangannya di dahi anak. Cara ini jelas tidak akurat karena amat dipengaruhi oleh kepekaan dan suhu badan orang tua sendiri.
Termometer air raksa diyakini merupakan cara yang paling tepat untuk mengukur suhu tubuh. Pengukuran suhu tubuh akan lebih akurat bila termometer tersebut ditempatkan di rongga mulut atau rektum/anus dibanding ketiak.
Saat menghadapi si kecil yang sedang kejang demam, sedapat mungkin cobalah bersikap tenang. Sikap panik hanya akan membuat kita tak tahu harus berbuat apa yang mungkin saja akan membuat penderitaan anak tambah parah.
Jangan gunakan alkohol atau air dingin untuk menurunkan suhu tubuh anak yang sedang demam. Penggunaan alkohol amat berpeluang menyebabkan iritasi pada mata dan intoksikasi/keracunan.
Lebih aman gunakan kompres air biasa yang diletakkan di dahi, ketiak, dan lipatan paha. Kompres ini bertujuan menurunkan suhu di permukaan tubuh. Turunnya suhu ini diharapkan terjadi karena panas tubuh digunakan untuk menguapkan air pada kain kompres. Penurunan suhu yang drastis justru tidak disarankan.
Jangan coba-coba memberikan aspirin atau jenis obat lainnya yang mengandung salisilat karena diduga dapat memicu sindroma Reye, sejenis penyakit yang tergolong langka dan mempengaruhi kerja lever, darah, dan otak.
Setelah anak benar-benar sadar, bujuklah ia untuk banyak minum dan makan makanan berkuah atau buah-buahan yang banyak mengandung air. Bisa berupa jus, susu, teh, dan minuman lainnya. Dengan demikian, cairan tubuh yang menguap akibat suhu tinggi bisa cepat tergantikan.
Jangan selimuti si kecil dengan selimut tebal. Selimut dan pakaian tebal dan tertutup justru akan meningkatkan suhu tubuh dan menghalangi penguapan. Pakaian ketat atau yang mengikat terlalu kencang sebaiknya ditanggalkan saja.
YANG BISA DILAKUKAN ORANG TUA
Segera beri obat penurun panas begitu suhu tubuh anak melewati angka 37,5 C.
Kompres dengan lap hangat (yang suhunya kurang lebih sama dengan suhu badan si kecil). Jangan kompres dengan air dingin, karena dapat menyebabkan “korsleting”/benturan kuat di otak antara suhu panas tubuh si kecil dengan kompres dingin tadi.
Agar si kecil tidak cedera, pindahkan benda-benda keras atau tajam yang berada dekat anak. . Tak perlu menahan mulut si kecil agar tetap terbuka dengan mengganjal/menggigitkan sesuatu di antara giginya. . Miringkan posisi tubuh si kecil agar penderita tidak menelan cairan muntahnya sendiri yang bisa mengganggu pernapasannya.
Jangan memberi minuman/makanan segera setelah berhenti kejang karena hanya akan berpeluang membuat anak tersedak.
KEJANG TANPA DEMAM
Penyebabnya bermacam-macam. Yang penting, jangan sampai berulang dan berlangsung lama karena dapat merusak sel-sel otak. Menurut dr. Merry C. Siboro, Sp.A, dari RS Metro Medical Centre, Jakarta, kejang adalah kontraksi otot yang berlebihan di luar kehendak.
“Kejang-kejang kemungkinan bisa terjadi bila suhu badan bayi atau anak terlalu tinggi atau bisa juga tanpa disertai demam.”
Kejang yang disertai demam disebut kejang demam (convalsio febrilis). Biasanya disebabkan adanya suatu penyakit dalam tubuh si kecil. Misal, demam tinggi akibat infeksi saluran pernapasan, radang telinga, infeksi saluran cerna, dan infeksi saluran kemih. Sedangkan kejang tanpa demam adalah kejang yang tak disertai demam. Juga banyak terjadi pada anak-anak.
BISA DIALAMI SEMUA ANAK
Kondisi kejang umum tampak dari badan yang menjadi kaku dan bola mata berbalik ke atas. Kondisi ini biasa disebut step atau kejang toniklonik (kejet-kejet). Kejang tanpa demam bisa dialami semua anak balita. Bahkan juga bayi baru lahir.
Umumnya karena ada kelainan bawaan yang mengganggu fungsi otak sehingga dapat menyebabkan timbulnya bangkitan kejang. Bisa juga akibat trauma lahir, adanya infeksi-infeksi pada saat-saat terakhir lahir, proses kelahiran yang susah sehingga sebagian oksigen tak masuk ke otak, atau menderita kepala besar atau kecil.
Bayi yang lahir dengan berat di atas 4.000 gram bisa juga berisiko mengalami kejang tanpa demam pada saat melalui masa neonatusnya (28 hari sesudah dilahirkan).
“Ini biasanya disebabkan adanya riwayat ibu menderita diabetes, sehingga anaknya mengalami hipoglemi (ganggguan gula dalam darah). Dengan demikian, enggak demam pun, dia bisa kejang.”
Selanjutnya, si bayi dengan gangguan hipoglemik akibat kencing manis ini akan rentan terhadap kejang. “Contohnya, telat diberi minum saja, dia langsung kejang.” Uniknya, bayi prematur justru jarang sekali menderita kejang. “Penderitanya lebih banyak bayi yang cukup bulan. Diduga karena sistem sarafnya sudah sempurna sehingga lebih rentan dibandingkan bayi prematur yang memang belum sempurna.”
JANGAN SAMPAI TERULANG
Penting diperhatikan, bila anak pernah kejang, ada kemungkinan dia bisa kejang lagi. Padahal, kejang tak boleh dibiarkan berulang selain juga tak boleh berlangsung lama atau lebih dari 5 menit. Bila terjadi dapat membahayakan anak.
Masalahnya, setiap kali kejang anak mengalami asfiksi atau kekurangan oksigen dalam darah. “Setiap menit, kejang bisa mengakibatkan kerusakan sel-sel pada otak, karena terhambatnya aliran oksigen ke otak.
Bayangkan apa yang terjadi bila anak bolak-balik kejang, berapa ribu sel yang bakal rusak? Tak adanya aliran oksigen ke otak ini bisa menyebakan sebagian sel-sel otak mengalami kerusakan.
”Kerusakan di otak ini dapat menyebabkan epilepsi, kelumpuhan, bahkan retardasi mental. Oleh karenanya, pada anak yang pernah kejang atau berbakat kejang, hendaknya orang tua terus memantau agar jangan terjadi kejang berulang.
DIMONITOR TIGA TAHUN
Risiko berulangnya kejang pada anak-anak, umumnya tergantung pada jenis kejang serta ada atau tidaknya kelainan neurologis berdasarkan hasil EEG (elektroensefalografi). Di antara bayi yang mengalami kejang neonatal (tanpa demam), akan terjadi bangkitan tanpa demam dalam 7 tahun pertama pada 25% kasus. Tujuh puluh lima persen di antara bayi yang mengalami bangkitan kejang tersebut akan menjadi epilepsi.
Harus diusahakan, dalam tiga tahun sesudah kejang pertama, jangan ada kejang berikut.
Dokter akan mengawasi selama tiga tahun sesudahnya, setelah kejang pertama datang. Bila dalam tiga tahun itu tak ada kejang lagi, meski cuma dalam beberapa detik, maka untuk selanjutnya anak tersebut mempunyai prognosis baik.Artinya, tak terjadi kelainan neurologis dan mental.
Tapi, bagaimana jika setelah diobati, ternyata di tahun kedua terjadi kejang lagi? “Hitungannya harus dimulai lagi dari tahun pertama.”Pokoknya, jangka waktu yang dianggap aman untuk monitoring adalah selama tiga tahun setelah kejang.
Jadi, selama tiga tahun setelah kejang pertama itu, si anak harus bebas kejang. Anak-anak yang bebas kejang selama tiga tahun itu dan sesudahnya, umumnya akan baik dan sembuh. Kecuali pada anak-anak yang memang sejak lahir sudah memiliki kelainan bawaan, semisal kepala kecil (mikrosefali) atau kepala besar (makrosefali), serta jika ada tumor di otak.
RAGAM PENYEBAB
“Kejang tanpa demam bisa berasal dari kelainan di otak, bukan berasal dari otak, atau faktor keturunan,” penjabarannya satu per satu di bawah ini.
* Kelainan neurologis Setiap penyakit atau kelainan yang mengganggu fungsi otak bisa menimbulkan bangkitan kejang.
Contoh, akibat trauma lahir, trauma kepala, tumor otak, radang otak, perdarahan di otak, atau kekurangan oksigen dalam jaringan otak (hipoksia).
* Bukan neurologis Bisa disebabkan gangguan elektrolit darah akibat muntah dan diare, gula darah rendah akibat sakit yang lama, kurang asupan makanan, kejang lama yang disebabkan epilepsi, gangguan metabolisme, gangguan peredaran darah, keracunan obat/zat kimia, alergi dan cacat bawaan.
* Faktor keturunan Kejang akibat penyakit lain seperti epilepsi biasanya berasal dari keluarga yang memiliki riwayat kejang demam sama. Orang tua yang pernah mengalami kejang sewaktu kecil sebaiknya waspada karena anaknya berisiko tinggi mengalami kejang yang sama.
WASPADAI DI BAWAH 6 BULAN
Orang tua harus waspada bila anak sering kejang tanpa demam, terutama di bawah usia 6 bulan, Karena kemungkinannya untuk menderita epilepsi besar.
Masalahnya, kejang pada anak di bawah 6 bulan, terutama pada masa neonatal itu bersifat khas. “Bukan hanya seperti toniklonik yang selama ini kita kenal, tapi juga dalam bentuk gerakan-gerakan lain. Misal, matanya juling ke atas lalu bergerak-gerak, bibirnya kedutan atau tangannya seperti tremor.
Dokter biasanya waspada, tapi kalau kejangnya terjadi di rumah, biasanya jarang ibu yang ngeh.” Itulah sebabnya, orang tua harus memperhatikan betul kondisi bayinya.
MENOLONG ANAK KEJANG
Jangan panik, segera longgarkan pakaiannya dan lepas atau buang semua yang menghambat saluran pernapasannya. Jadi kalau sedang makan tiba-tiba anak kejang, atau ada sesuatu di mulutnya saat kejang, segera keluarkan.
Miringkan tubuh anak karena umumnya anak yang sedang kejang mengeluarkan cairan-cairan dari mulutnya. “Ini sebetulnya air liur yang banyak jumlahnya karena saraf yang mengatur kelenjar air liur tak terkontrol lagi. Kalau sedang kejang, kan, saraf pusatnya terganggu. Bukan cuma air liur, air mata pun bisa keluar.” Guna memiringkan tubuh adalah supaya cairan-cairan ini langsung keluar, tidak menetap di mulut yang malah berisiko menyumbat saluran napas dan memperparah keadaan.
Jangan mudah percaya bahwa meminumkan kopi pada anak yang sedang kejang bisa langsung menghentikan kejang tersebut. “Secara medis, kopi tak berguna untuk mengatasi kejang. Kopi justru dapat menyebabkan tersumbatnya pernapasan bila diberikan saat anak mengalami kejang, yang malah bisa menyebabkan kematian.”
Segera bawa anak ke rumah sakit terdekat, jangan sampai otak kelamaan tak mendapat oksigen. “Usahakan lama kejang tak lebih dari tiga menit. Siapkan obat antikejang yang disarankan dokter bila anak memang pernah kejang atau punya riwayat kejang.”
PENATALAKSANAAN
Penatalaksaan kejang meliputi :
1. Penanganan saat kejang* Menghentikan kejang : Diazepam dosis awal 0,3 – 0,5 mg/kgBB/dosis IV (Suntikan Intra Vena) (perlahan-lahan) atau 0,4-0,6mg/KgBB/dosis REKTAL SUPPOSITORIA. Bila kejang belum dapat teratasi dapat diulang dengan dosis yang sama 20 menit kemudian.
* Turunkan demam :
Anti Piretika : Paracetamol 10 mg/KgBB/dosis PO (Per Oral / lewat mulut) diberikan 3-4 kali sehari.
Kompres ; suhu >39º C dengan air hangat, suhu > 38º C dengan air biasa.
* Pengobatan penyebab : antibiotika diberikan sesuai indikasi dengan penyakit dasarnya.
* Penanganan sportif lainnya meliputi : bebaskan jalan nafas, pemberian oksigen, memberikan keseimbangan air dan elektrolit, pertimbangkan keseimbangan tekanan darah.
2. Pencegahan Kejang* Pencegahan berkala (intermiten) untuk kejang demam sederhana dengan Diazepam 0,3 mg/KgBB/dosis PO (Per Oral / lewat mulut) dan anti piretika pada saat anak menderita penyakit yang disertai demam.
* Pencegahan kontinu untuk kejang demam komplikata dengan Asam vaproat 15-40 mg/KgBB/dosis PO (per oral / lewat mulut) dibagi dalam 2-3 dosis.
ANAK EPILEPSI HARUS KONTROL SETIAP 3 BULAN
Mereka yang berisiko menderita epilepsi adalah anak-anak yang lahir dari keluarga yang mempunyai riwayat epilepsi. Selain juga anak-anak dengan kelainan neurologis sebelum kejang pertama datang, baik dengan atau tanpa demam.
Anak yang sering kejang memang berpotensi menderita epilepsi. Tapi jangan khawatir, anak yang menderita epilepsi, kecuali yang lahir dengan kelainan atau gangguan pertumbuhan, bisa tumbuh dan berkembang seperti anak-anak lainnya. Prestasi belajar mereka tidak kalah dengan anak yang normal.
Jadi, kita tak perlu mengucilkan anak epilepsi karena dia bisa berkembang normal seperti anak-anak lainnya. “Yang penting, ia tertangani dengan baik. Biasanya kalau anak itu sering kejang, dokter akan memberi obat yang bisa menjaganya supaya jangan sampai kejang lagi.
Pada anak epilepsi, fokus perawatannya adalah jangan sampai terjadi kejang lagi. Untuk itu, perlu kontrol, paling tidak setiap 3 bulan agar monitoring dari dokter berjalan terus.”
SUMBER: http://doktersehat.com/mengatasi-step-stuip-kejang-demam-pada-bayi-dan-balita/
Kita paham betul kan bahwa pola makan sehat bukan hanya menyehatkan fisik, tapi juga mampu membuat anak lebih cerdas secara kognitif, bahasa, emosi, dan sosial. Namun kenyataannya masih banyak tuh orangtua yang mengeluhkan anaknya mengalami masalah-masalah berikut ini:
Menghindar, contohnya anak lari dari meja makan, atau maunya makan kalau disambi nonton / bermain.
Pilih-pilih, misalnya hanya mau makanan tertentu, susu, camilan, atau bahkan ada yang menolak makanan di rumah dan hanya mau makan kalau jajan.
Manja, seperti anak yang maunya makan kalau disuapi, digendong, atau dibawa jalan-jalan.
Menunda, ini adalah anak yang menunda makan, ataupun anak yang makan sambil mengemut atau mengobrol, sehingga butuh waktu lebih dari 1 jam untuk menghabiskan makanannya.
Berantakan, makanan memenuhi badan dan tempat makannya.
Menolak, ini termasuk anak yang menutup mulut apabila bertemu makanan, juga anak yang menolak sayur atau buah.
Marah, kalau si kecil membuang makanan atau menyembur berlebihan, mungkin ia sedang marah.
Di artikel ini saya banyak menyebut makanan sehat atau makanan bernutrisi seimbang. Bentuknya seperti apa? Bagian yang ini, sila berkonsultasi kepada dokter gizi atau dokter anak Anda. Saya psikolog, akan membantu Anda untuk membuat anak punya pola makan yang sehat, jadi dari sisi perilaku makannya.
Apa sih yang bisa dilakukan supaya membuat anak makan lebih baik?
Pertama, tentu lakukan berbagai antisipasi. Kalau antisipasi yang dilakukan masih juga gagal (dan ini sering sekali!), jangan putus asa atau merasa gagal sebagai mama. Masih ada kok langkah-langkah penanganan yang bisa dilakukan. Yuk, kita cermati dulu langkah-langkah antisipasi:
Kenalkan MPASI bertahap. Mulai dari encer sampai padat, di usia 1 tahun harusnya anak sudah mampu makan nasi lembek dengan lauk pauk keluarga. Beberapa anak yang makannya masih harus dihaluskan di atas usia 1 tahun mengalami keterlambatan bicara karena otot-otot bicaranya kurang terlatih, selain itu cenderung malas mengunyah, dan terkadang juga cenderung malas melakukan kegiatan-kegiatan lain.
Atur rutinitas harian. Usahakan makan di jam-jam yang relatif sama setiap hari, misalnya tiap pagi sarapan sekitar pukul 7. Usahakan beda antar waktu makan antara 2-3 jam, sehingga sekitar pukul 9.00 anak mendapat snack, sekitar pukul 12.00 makan siang, sekitar pukul 15.00 snack sore, dan sekitar pukul 18.00 anak bisa makan malam. Tentu saja pengaturan waktu perlu disesuaikan dengan kondisi keluarga. Jika sudah terbiasa makan teratur, maka pada jam-jam makan anak cenderung lapar dan bernafsu makan. Apabila makan ‘tergantung kapan laparnya’, maka disiplin semakin sulit dibentuk, dan anak cenderung lebih sulit diatur.
Ajak anak melakukan banyak aktivitas yang menguras energi, sehingga pada jam makan ia lapar. Anak yang lapar cenderung lebih bernafsu makan, sehingga jauh lebih mudah untuk diajak menyantap makanan sehat. Kalau pada saat ia lapar, yang Anda sediakan adalah makanan favoritnya yang nutrisinya kurang seimbang, sia-sia deh usahanya membuat anak lapar.
Anak belajar makan sendiri. Yang dimaksud sendiri adalah anak melakukannya sendiri, artinya dia menghadapi piringnya sendiri, dan berusaha menyendok makanan sendiri, memasukkan ke dalam mulutnya sendiri. Proses makannya sih bersama dengan anggota keluarga di meja makan. Di awal belajar tentu saja masih sangat berantakan, namun lama-kelamaan koordinasi motorik halusnya akan semakin terlatih dan pada akhirnya makan jadi lebih rapi. Anak yang sejak kecil belajar makan sendiri cenderung lebih mandiri, lebih bisa berkonsentrasi dan lebih tekun (tanpa konsentrasi dan ketekunan, dia akan amat kesulitan menghabiskan makanannya!), juga mendapatkan berbagai keuntungan perkembangan lainnya.
Makan bersama. Mengamati orang lain makan seringkali membuat kita ikut bernafsu makan, sehingga akhirnya makan lebih banyak. Dengan makan bersama, orangtua sekaligus bisa memberi contoh cara makan yang baik, misalnya mengunyah makanan bukan mengemut, menikmati sayur bukan melepeh. Selain itu, makan bersama dengan seluruh anggota keluarga akan membuat anak belajar etiket makan, misalnya siapa yang boleh mengambil nasi duluan, sayur hanya boleh diambil dengan sendok sayur bukan dengan sendok yang sudah masuk ke dalam mulut, dll. Makan bersama juga akan memberikan kesempatan bagi keluarga untuk bercakap-cakap. Asal tahu saja, menurut banyak penelitian psikologi terbaru, makan bersama adalah waktu yang paling pas untuk menyampaikan berbagai nilai yang dianut keluarga kepada anak lho.
Duduk bersama di sekitar meja makan. Sejak anak bisa duduk (sekitar usia 7 bulan), ajarkan anak untuk duduk tenang di kursi makannya ketika akan makan, sehingga dia sudah terbiasa makan tenang sambil duduk. Tidak digendong, tidak sambil jalan-jalan, tidak sambil bermain.
Variasikan menu dan suasana. Menu yang itu-itu saja, atau cara memasak yang itu-itu saja bukan hanya membuat pemenuhan nutrisinya kurang seimbang, namun juga membuat anak bosan dan kurang bernafsu makan. Begitu pula kalau setiap kali makan selalu di meja yang sama dengan suasana yang mirip. Betul, makan memang sebaiknya di meja makan, tapi sesekali boleh kok menggunakan cara yang berbeda, misalnya menggelar tikar di ruang tamu atau taman depan rumah untuk ‘berpiknik’ atau tetap di meja makan tapi mama bertindak sebagai ‘ waiter’ sehingga seakan berada di rumah makan.
Kurangi susu. Sampai saat ini saya masih sering bertemu dengan anak yang minum susu lebih dari 10 gelas sehari! Pertanyaannya: kalau dia terus minum susu, kapan laparnya? Ingat, anak yang tak lapar tentu saja tak bernafsu makan. Susu juga hanya memperkenalkan satu jenis tekstur (cair saja kan?) dan satu jenis warna (entah putih, merah jambu, atau coklat), juga satu jenis rasa. Masa orangtua tega sih memberi stimulasi yang hanya satu variasi saja? Berbeda sekali dengan makanan bernutrisi seimbang yang mengenalkan variasi warna, variasi kepadatan bahan makanan, variasi rasa, variasi asal daerah, dll. Jauh lebih baik stimulasi dari ragam jenis makanan kan? Kalaupun Anda memberikan susu buat anak, atur waktunya agar cukup jauh dari waktu makan.
Hanya camilan sehat di waktu tepat. Paling bagus sih camilan buatan sendiri, yang bernutrisi seimbang tentunya. Jangan lupa pemberiannya jangan terlalu dekat dengan jam makan besar.
Hanya ada makanan sehat di rumah. Kalau ada stok camilan ber-MSG tersebar di seantero rumah, wajar dong anak tergoda untuk menyantapnya, dan pada jam makan sudah terlanjur kenyang, semakin sulit deh untuk membujuknya makan makanan sehat. Oleh karena itu, yang disediakan di rumah ya hanya makanan sehat. Kalaupun anak tergoda mencemil, dia hanya akan menyantap makanan sehat saja. Merasa perlu menyetok camilan untuk disajikan kepada tamu? Letakkan di lemari terkunci dan simpan kuncinya. Anak protes? Katakan bahwa mama melakukan ini karena sayang kepada anak. Usahakan seluruh anggota keluarga juga kompak untuk tak makan makanan non sehat di depan anak.
Batasi waktu makan 30 menit saja. Pada anak batita, duduk tenang lebih dari 10 menit sebetulnya sudah cukup sulit. Oleh karena itu 30 menit duduk untuk makan sudah bagus sekali. Pada anak 3-6 tahun, boleh kok waktu lebih panjang, misalnya 45 menit sampai 1 jam, tapi harus duduk terus ya, tidak sambil berjalan-jalan. Setelah 30 menit, ambil saja piringnya, ajak anak membersihkan diri, lalu persilahkan bermain lagi. Hah, nanti kalau makan cuma sedikit bagaimana? Kalau anak cuma makan sedikit, mungkin memang dia sedang tak bernafsu makan. Sekitar 1-2 jam kemudian, coba ajak makan lagi, maksimal 30 menit lagi.
Lakukan semua langkah antisipasi. Langkah-langkah ini sudah dapat mengurangi berbagai permasalahan makan pada anak lho, walaupun memang belum bisa menuntaskan semuanya. Namun bukankah proses terbaik mengasuh anak adalah antisipasi alias tindakan pencegahan?
Sumber: http://theurbanmama.com/articles/membuat-pola-makan-sehat.html
Bismillah... Badan Zahra agak kurang enak badan,, nyoba bikin permainan buat si dia.. Alhamdulillah dianya suka..
Awalnya agak susah buat nyolokin stik ke tutup kardusnya... Lama-lama terbiasa.
1-2-3 colokan masih bener masang-masang sesuai warnanya,, eeh ko jadinya ga teratur, akhirnya diarahin lagi si Zahra. Namanya juga anak kecil. Hihii...
Bermain motorik sekalian belajar warna.. Asli ini anak-anak, nanyanya ga cukup sekali, emaknya kudu nyetok sabar yang banyak. Hehhe ...
Taraaa, jadilah kebun dengan aneka warnanya punya Zahra.
Bikin mainan ini ga lama, bahan-bahan yang dipakai pun gampang. Ga bikin anak nunggu lama juga.
Permainan terinspirasi dari akun facebook seseorang, lupa namanya...
#funathome #funlearning #bermainsambilbelajar #toddleractivities #zafirazahra #2yo4mo
