Bu, ketika anak2 dengan antusias bercerita tentang pengalamannya, sekali-kali jangan dipotong omongannya, karena dia akan kecewa.
Bu, ketika anak mengajak kita bermain karena melihat kita nggak ada kerjaan, segera penuhi ajakannya, jangan menundanya, mungkin saat itu dia butuh teman bermain yang seru.
Bu, ketika anak ingin duduk bercengkerama dan ingin ikut larut ngobrol bersama kita, maka cairkanlah suasana, jangan mengusirnya, ganti sementara topik pembicaraan yang seimbang dengan usia mereka, selipkan nilai2 tauhid di dalamnya.
Bu, ketika melihat anak kita berbuat salah, jangan serta merta menyalahkan dan memarahinya. Koreksi dulu apa dan bagaimana kesalahannya. Supaya apa? supaya kita bisa adil menakar hukumannya.
Bu, ketika anak menunjukkan kehebatannya, ucapkanlah maasyaaAllah dan pujilah dengan jujur, jangan berlebihan, supaya ia mendapatkan pengakuan pertama yang membuatnya percaya diri bukan berbangga diri.
Bu, ketika anak mengulurkan jasanya hendak membantu kita, berilah mereka kesempatan, mungkin ia ingin menunjukkan cara dia berbakti kepada kita.
Bu, ketika anak kita gagal dan mendapatkan nilai yang kurang baik di sekolah, hiburlah dia, motivasi dia, bahwa kita telah melihat dan menghargai bagaimana usaha dia dalam belajar bukan nilai yang terpampang di lembar ujian.
Bu, ketika anak kita berlaku ini dan itu maka berhwntilah mengatakan, "mengapa kamu begini dan begitu..?" Bisa jadi dia belum tahu apa hukumnya berlaku ini dan itu,
Bu, ketika anak menyapa kita, maka balaslah sapaannya dengan senyum
Bu, terkadang kita mungkin dibuat marah oleh mereka, tapi jangan sampai kemarahan itu membuat kita tidak meridhoinya. Kita tahu, bahwa ridho Allah ada pada keridhoan kedua orang tua. Murka Allah ada pada kemurkaan kedua orang tua. Maka didiklah hati kita untuk belajar ikhlash,
Bu, kita tidak tahu kapan Allah memisahkan kita dengan mereka, maka berusahalah menjadi orang tua yang baik, meski tak sempurna, setidaknya kita telah mencoba dengan sebaik-baiknya.
#Copas dari Ummu Ansharullah
COMMENTS